Kebidanan, Bidan Delima

Blog yang menyajikan artikel tentang dunia kebidanan

Monday, July 27, 2015

Adaptasi Janin Dari Intrauteri – Ekstrauteri Dan Ciri-Ciri Bayi Normal

  Dalam uterus semua kebutuhan janin sempurna dilayani  pada kondisi normal yaitu nutrisi dan oksigen disuplay oleh sirkulasi ibu melalui plasenta.

Produk buangan tubuh dikeluarkan dari janin melalui plasenta. Lingkungan yang aman disekat oleh plasenta, membrane dan cairan amnion untuk menghindari syok dan trauma, infeksi dan perubahan dalam temperature.
Perubahan fisiologis yang menonjol yang harus diperlukan pada bayi baru lahir adalah peralihan dari sirkulasi plasenta atau janin ke pernapasan sendiri. Kehilangan hubungan plasenta berarti kehilangan penopang metabolik sepenuhnya, terutama suplai oksigen dan pelepasan karbondioksida. Stress persalinan yang normal menimbulkan perubahan pola pertukaran gas plasenta, keseimbangan asam basa dalam darah dan aktifitas normal ini atau meningkatkan asfiksia janin(suatu kondisi hipoksemia, hiperkapnia dan asidosis) akan mempengaruhi penyesuaian janin ke kehidupan diluar uterus.



Pada saat bayi lahir, perubahan fisiologis telah terjadi dengan tujuan untuk memfasilitasi penyesuai pada kehidupan diluar uterus. Penyesuaian bayi baru lahir yang utama adalah sebagai berikut:


  • Memulai dan memelihara pernapasan paru paru.
  • Memulai perubahan sirkulasi dengan tujuan untuk memastikan oksigenasi yang kuat pada sleuruh tubuh. 
  • Kemampuan untuk mengatur temperature tubuh. 
  • Kemampuan unutk mencerna, mempertahankan dan mengabsorbsi zat makanan melalui saluran pencernaan. 
  • Kemampuan untuk mengeliminasi semua sisa sisa buangan tubuh. 
  • Kemampuan untuk mempertahankan semua fungsi pada sistem tubuh. 
  • Kemampuan untuk melindungi tubuh terhadap penyakit.


Dalam keadaan normal, bayi baru lahiri normal akan mempertahankan hidup dalam perjalanan yang membahayakan dengan kerusakan yang akan terjadi untuk menjamin kehidupan baru yang terpisah. Namun, dibutuhkan juga asuhan pada bayi baru lahir yang terbaiik dalam membantu ibu dengan hati hati dan asuhan dalam menangani bayi dan kewaspadaan serta penatalaksanaan yang baik dalam mencegah dan mengatasi masalah masalah yang akan memberikan kontribusi pada kesejahteraan janin. Selain tu, peralihan dari kehidupan di dalam uterus keluar uterus membentuk tahapan untuk tumbuh kembang selanjutnya.
Pada saat lahir, setiap bayi mnausia memerlukan bantuan dari sekurang kurangnya seseorang lain dengan tujuan untuk bertahan hidup. Sampai anak manusia telah tumbuh dan dewasa (secara fisik, mental dan sosial) sebenarnya kelangsungan hidup tetap memerlukan bantuan dari orang lain. Orang yang paling mungkin memberikan dukungan yang terbaik pada bayi baru lahir adalah ibu bayi sendiri. Namun, ibu sendiri memerlukan dukungan pada waktu ini, oleh karena itu orang-orang terdekat ibu dan bayi setelah persalinan mempunyai tanggung jawab untuk menjamin bahwa setiap anggota baru umat manusia menerima perawatan yang sebaik mungkin.

Adaptasi Janin Dari Intrauteri – Ekstrauteri Dan Ciri-Ciri Bayi Normal Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Sandy Irawan

0 comments:

Post a Comment